Anak Perempuan Pertama
Saat kecil orang tua sibuk memberikan cinta ke si Sulung, tapi lupa si anak perempuan pertama.
Terlalu sibuk si Sulung kurang kasih sayang karena hadirnya Anak Perempuan Pertama yang juga butuh cinta kasih orang tua.
Si Anak Perempuan Pertama, yang saat kecil mengalah untuk sang Kakak perihal kasih sayang orang tua, kembali tidak terlihat karena hadirnya si adik (anak ketiga kebanggaan orang tua).
Jadilah Anak perempuan pertama manusia tak kasat mata dalam keluarga.
Si Anak Perempuan Pertama manusia tak kasat mata kembali harus terabaikan karena si adik yang kata lebih butuh cinta.
Si Anak Perempuan Pertama manusia tak kasat mata tumbuh dalam balutan luka terabaikan kasih dan cinta orang tua.
Bertahun-tahun hidup mengalah demi untuk kebahagian saudara.
Si Anak Perempuan Pertama manusia tak kasat mata dalam keluarga yang pendapatnya tak pernah di dengar.
Di tuntun menjadi manusia berhati baja, di Bebani berbagai macam tuntutan orang tua dan harus mengalah untuk si Sulung dan Si Anak Ketiga.
Si Anak Perempuan Pertama yang dalam perjalanan hidupnya harus berjuang, tertatih dan berhemat sejak kecil demi bisa lulus dan berjaya di bangku sekolah
Si Anak Perempuan Pertama yang ketika berbeda pendapat dengan orang tua katanya anak durhaka.
Si Anak perempuan pertama yang pinta nya diabaikan karena ada si anak ketiga yang lebih butuh katanya.
Si Anak Perempuan Pertama yang sekonyong-konyong, terhuyung, tertatih, terluka, jatuh bangun sendiri tanpa terlihat dan support orang tua.
Si Anak Perempuan Pertama yang tumbuh dalam tempaan berat dari keluarga semakin hari harus semakin kuat sendiri
Si Anak Perempuan Pertama yang tak kasat mata ini tumbuh berjuang jadi manusia keras kepala dengan mental baja, tapi hatinya tetap saja rapuh jika genjatan dan luka selalu datang dari keluarga.
Si Anak Perempuan Pertama manusia tak kasat mata dalam keluarga hanya bisa menutupi luka dengan tawa. Air matanya hanya dia dan Tuhannya yang tahu. Banyak dan kamar jadi saksi air matanya tiap malam, namun ketika pagi menjelang harus kembali tegar dan tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa.
Si Anak Perempuan Pertama manusia tak kasat mata selalu mencari cara sembuh untuk luka yang diberikan keluarga nya.
Si Anak Perempuan Pertama manusia tak kasat mata, sering kali bertanya dalam dirinya, bertanya pada Rabb nya, kapan semua keadaan ini berakhir? Tapi sepertinya jawaban dari pertanyaan itu masih tersimpan entah sampai kapan.
Fee_32

Komentar
Posting Komentar