MENGAPA KURIKULUM HARUS BERUBAH?



KURIKULUM BERUBAH LAGI?

Pada zaman sekarang ini, guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi murid. Murid mampu belajar dari siapa, kapan dan di mana saja.

Kemajuan teknologi informasi bahkan membuat pengetahuan dapat diakses dengan lebih mudah. Menembus batas ruang dan waktu. Murid dapat memilih cara belajar mereka sendiri.
Salah satu Pelatih guru dan praktisi pendidikan Indonesia, Itje Chodidjah dalam sebuah video di Platform Merdeka Mengajar (PMM) mengatakan bahwa terkadang guru abai dengan perubahan keadaaan. Meras ilmu dan pengalamannya selama ini cukup untuk mengantarkan murid meraih kesuksesan. Padahal, murid hidup pada zaman dan keadaan yang jjauh berbeda dengan guru ketika ia menempuh pendidikan dulu.

Ketika kita menjadi murid, mungkin cita-cita murid hanya menjadi dokter, polisi, tentar, atau guru. Tapi kini, pilihan cita-cita murid kita sudah lebih beragam dan mungkin sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Mereka kini ada yang mau jadi illustrator animasi karakter kartun, menemukan software komputer, pengembang aplikasi games, gamer, youtuber, selebgram, dan konten creator lainnya. Hal ini tentu membuat kita sadar, bahwa dunia ini ternya memang harus berubah.

MENGAPA KURIKULUM HARUS BERUBAH?

Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa, Maksud atau tujuan Pendidikan adalah untuk menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun sebagai anggota masyarakat. Maka dari itu, demi menuntun kodrat murid-murid kita, pembelajaran termasuk kurikulum yang diselenggarakan juga harus terus menyesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Dalam Dunia Pendidikan tak lepas dengan yang namanya Kurikulum. Karena merupakan Jantungnya Sekolah. Kurikulum merupakan pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan tertentu. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan zamannya. Kurikulum bersifat dinamis dan terus dikembangkan atau diadaptasi sesuai konteks dan karakteristik murid, untuk membangun kompetensi murid sesuai dengan kebutuhan mereka, saat ini dan di masa depan.

Sejatinya, kurikulum dirancang untuk murid. Agar seluruh kompetensi murid yang diharapkan kurikulum terwujud, semua pihak harus berkolaborasi secara maksimal. Misalnya, guru terus belajar memfasilitasi pembelajaran yang sesuai. Orang tua terus memahami perkembangan dan kebutuhan murid. Pemerintah daerah dan pusat, serta semua yang bergerak di bidang Pendidikan juga harus terus mengikuti perkembangan kebutuhan murid.

Di Indonesia sendiri telah terjadi perubahan kurikulum berkali-kali. Isu-isu kekinian seperti perubahan iklim global, teknologi digital, industri multinasional dan transformasi budaya telah menuntut satuan pendidikan untuk mampu membantu murid agar siap menghadapi tantangan zaman. 

Pada tahun pelajaran 2022/2023 sudah menggunakan Kurikulum baru yakni “Kurikulum Merdeka” Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi dengan kurikulum ini dapat membantu guru untuk memilih berbagai perangkat ajar untuk menyesuaikan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Karakteristik utama dari kurikulum Merdeka belajar adalah Pembelajaran Berbasis Projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai Profi Pelajar Pancasila

Keberhasilan suatu kurikulum bukanlah tanggung jawab salah satu pihak. Otang tua, masyarakat dan sekolah disebut sebagai tiga pilar pendidikan. dibutuhkan kerja sama yang baik untuk mewujudkan kurikulum yang berpihak pada murid.

Mari sahabat hebat menjadi bagian dari perubahan yang akan membantu anak-anak didik kita ke arah yang lebih baik.

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan ilmu kita bersama. Sebagai bentuk umpan balik . mohon untuk mengisi form respon berikut sebagai umpan balik  
KLIK DISINI.


Terima kasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ADENOMYOSIS BAGIAN 1